Saat melakukan finishing furnitur dengan HPL (High Pressure Laminate), pemilihan lem HPL menjadi faktor penting agar hasil pemasangan kuat dan tahan lama. Memasang HPL dengan lem yang tidak tepat bisa menyebabkan HPL mudah mengelupas atau tidak merekat sempurna, yang tentu akan merugikan.
Kunjungi artikel ini untuk mengetahui lebih mengkap mengenai finishing HPL. Bagi Anda yang ingin memasang HPL sendiri, dan membutuhkan tips pemasangan HPL yang tepat, maka Anda bisa mengunjungi artikel ini
Dua jenis lem yang sering digunakan dalam pemasangan HPL adalah lem kuning dan lem putih. Namun, manakah yang lebih baik? Artikel ini akan membahas perbedaan, kelebihan, dan kekurangan dari masing-masing lem, sehingga Anda bisa memilih lem yang paling sesuai untuk kebutuhan pemasangan HPL.
Apa Itu Lem HPL Kuning dan Lem Putih?
1. Lem HPL Kuning
Lem kuning dikenal juga sebagai lem contact atau lem neoprene. Jenis lem ini sering digunakan dalam industri furnitur karena memiliki daya rekat yang sangat kuat dan cepat kering.
Cara kerja lem kuning:
- Lem dioleskan pada kedua permukaan (baik di bagian belakang HPL maupun permukaan material seperti MDF multipleks, atau material lainnya).
- Setelah itu, lem dibiarkan mengering selama beberapa menit hingga setengah kering (tidak lengket di tangan).
- Kemudian, HPL ditempelkan ke permukaan yang sudah dilem dan ditekan kuat agar merekat sempurna.
- Setelah terpasang, lem ini langsung mengikat kuat tanpa perlu penjepit tambahan.
Kelebihan lem kuning :
- Daya rekat sangat kuat dan tahan lama.
- Cepat kering, sehingga pengerjaan lebih efisien.
- Tahan terhadap panas dan kelembapan, cocok untuk dapur atau area dengan perubahan suhu tinggi.
- Tidak membutuhkan penjepit (clamp) saat proses pemasangan.
Kekurangan lem kuning :
- Bau menyengat, sehingga perlu digunakan di area dengan ventilasi baik.
- Sekali menempel sulit dilepas, sehingga pemasangan harus dilakukan dengan hati-hati.
2. Lem HPL Putih
Lem putih dikenal juga sebagai lem PVAc (Polyvinyl Acetate) atau lem kayu. Jenis lem ini lebih sering digunakan untuk penyambungan kayu atau pengerjaan yang tidak membutuhkan hasil yang cepat.
Cara kerja lem putih:
- Lem dioleskan hanya pada satu permukaan.
- Setelah itu, permukaan yang dilem ditekan dengan kuat dan dibiarkan mengering dalam beberapa jam hingga benar-benar mengeras.
- Dalam beberapa kasus, perlu menggunakan penjepit (clamp) agar lem merekat dengan sempurna.
Kelebihan lem putih:
- Tidak berbau menyengat, sehingga lebih nyaman digunakan di dalam ruangan.
- Lebih fleksibel, sehingga cocok untuk sambungan kayu yang membutuhkan sedikit kelenturan.
- Mudah dibersihkan, jika ada lem yang berlebih, bisa dibersihkan sebelum mengering.
Kekurangan lem putih:
- Waktu kering lebih lama, bisa mencapai beberapa jam hingga benar-benar merekat.
- Kurang tahan panas dan kelembapan, tidak ideal untuk HPL yang digunakan di area dapur atau kamar mandi.
Perlu penjepit atau beban tambahan untuk memastikan lem merekat dengan baik.
Kapan Sebaiknya Menggunakan Lem Kuning?
Anda sebaiknya menggunakan lem kuning jika:
- Anda ingin pemasangan HPL yang cepat dan kuat.
- Anda bekerja di area dengan kelembapan atau suhu tinggi.
- Anda ingin hasil yang langsung menempel tanpa perlu penjepit.
- Anda ingin hasil pemasangan HPL yang tahan lama dan tidak mudah mengelupas.
Kapan Sebaiknya Menggunakan Lem Putih?
Anda sebaiknya menggunakan lem putih jika:
- Anda ingin menyambungkan material kayu dengan presisi tinggi.
- Anda tidak terburu-buru dan bisa menunggu lem mengering dengan sempurna.
- Anda bekerja di dalam ruangan dan ingin menghindari bau menyengat dari lem kuning.
- Anda membutuhkan hasil yang lebih elastis dan tidak terlalu kaku.
Jika tujuan utama Anda adalah pemasangan HPL, maka lem kuning adalah pilihan terbaik karena:
- Cepat kering – pengerjaan lebih efisien.
- Daya rekat sangat kuat – tidak mudah mengelupas.
- Tahan terhadap panas dan kelembapan – ideal untuk dapur dan kamar mandi.
Sedangkan, jika Anda mengerjakan proyek yang tidak memerlukan hasil instan, seperti penyambungan kayu atau pekerjaan detail yang membutuhkan waktu kering lebih lama, lem putih bisa menjadi alternatif.
Namun, untuk hasil yang lebih maksimal dan lebih simple, Anda bisa menggunakan jasa pelapis HPL atau jasa press HPL BatuBeling. Jasa Finishing HPL BatuBeling sudah menggunakan mesin berkualitas tinggi, sehingga hasil press HPL akan sangat rekat, tidak ada gelembung pada hasil HPL yang telah ditempel, dan dapat dipastikan hasilnya akan presisi
Untuk informasi lebih lanjut mengenai jasa pasang HPL atau jasa press HPL BatuBeling, Anda cukup klik di sini agar terhubung dengan tim maketing BatuBeling. Buat Desain Interior dan Eksterior Anda Menjadi Lebih Mewah dan Tahan Lama dengan Jasa Finishing HPL BatuBeling, Sekarang Juga!