Finishing HPL merupakan proses pelapisan material dasar seperti HMR (High Moisture Resistant), MDF (Medium Density Fiberboard), Blockboard, PVC (Polyvinyl Chloride), dan multiplex dengan HPL (High Pressure Laminate) untuk dijadikan sebuah furniture, interior, dan juga eksterior. Pelapisan ini memiliki tujuan agar material dasar agar tidak mengalami pelapukan, jamur, bergores, serta menambah ke-estetikan material.
Tetapi selain menggunaan HPL, pemilihan material yang sesuai dengan kebutuhan juga merupakan faktor agar furniture, interior, dan juga eksterior menjadi tahan lama. Setiap jenis material dasar memiliki karakteristik masing-masing yang berpengaruh pada kekuatan, ketahanan terhadap air, kemudahan pemasangan, dan biaya.
Artikel ini akan membahas lima jenis material utama yang sering digunakan sebagai dasar pemasangan HPL, yaitu MDF, Multiplex (Plywood), HMR, PVC Board, dan BlockBoard. Dengan memahami kelebihan dan kekurangannya, Anda bisa menentukan material yang paling sesuai untuk kebutuhan finishing HPL Anda.
Mengenal Material Dasar untuk Finishing HPL Interior
a. MDF (Medium Density Fiberboard)
MDF (Medium Density Fiberboard) merupakan material yang terbuat dari serbuk kayu halus. Material ini dipadatkan menggunakan resin dan diberikan tekanan tinggi pada saat proses pengepress-an. MDF banyak digunakan dalam pembuatan furnitur karena permukaannya halus, sehingga cukup mudah saat diproses menjadi sebuah interior
Kelebihan MDF:
- Permukaan papan yang rata dan halus, sehingga dapat memudahkan karna tidak perlu banyak proses finishing tambahan.
- Harga cenderung lebih terjangkau dibandingkan material lain seperti Multiplex atau BlockBoard.
Kekurangan MDF:
- Material ini tidak tahan air, sehingga kurang cocok untuk area sering basah atau lembab, salah satunya seperti area dapur yang sering terkena air
- Kurang kuat dibandingkan Multiplex atau BlockBoard, sehingga tidak cocok untuk menahan beban berat dalam jangka panjang.
b. Multiplex (Plywood)
Multiplex atau yang sering disebut sebagai Plywood, merupakan material yang terbuat dari beberapa lapisan kayu yang direkatkan dengan tekanan tinggi. Material ini merupakan salah satu jenis material dasar yang cukup kuat saat digunakan untuk kebutuhan furniture
Kelebihan Multiplex:
- Material yang kuat, sehingga mampu digunakan untuk menahan beban yang cukup berat
- Material ini lebih tahan air jika dibandingkan MDF (Medium Density Fiberboard), terutama jika menggunakan perekat yang tahan terhadap air.
- Multiplex merupakan material yang tidak mudah melengkung atau berubah bentuk, sehingga akan cenderung dapat digunakan dalam jangka waktu lama
Kekurangan Multiplex:
- Harga lebih mahal dibandingkan MDF (Medium Density Fiberboard).
- Kadang permukaan pada multiplex ini kurang rata, sehingga perlu proses untuk meratakan permukaan materialnya dulu sebelum finishing HPL.
c. HMR (High Moisture Resistance Board)
HMR (High Moisture Resistance Board) merupakan material yang hampir sama dengan MDF. Material ini terbuat dari serbuk kayu dan resin yang dipress dengan tekanan tinggi. Tetapi meski berasal dari material yang sama, HMR masih lebih kokoh dibandingkan dengan MDF. karena HMR menggunakan resin khusus sehingga HMR lebih padat dan tahan terhadap air ataupun ruangan yang lembab
Kelebihan HMR:
- HMR lebih tahan terhadap air dan kelembapan dibandingkan MDF biasa, sehingga material ini cocok untuk area seperti dapur ataupun area yang sering terkena air maupun lembab
- Permukaan halus dan rata, sehingga mempermudah pemasangan proses HPL.
Kekurangan HMR:
- HMR memiliki harga yang cenderung lebih mahal dibanding MDF.
- Meskipun lebih tahan air, tetapi tetap bisa rusak jika terkena air dalam waktu lama.
d. PVC Board
PVC (Polyvinyl Chloride) Board merupakan material yang berasal dari plastik yang sering digunakan sebagai pilihan alternatif kayu ataupun triplek.
Kelebihan PVC Board:
- Karena berasal dari plastik, material ini anti air dan juga anti rayap.
- Memiliki beban yang ringan, sehingga mudah dipasang
- Tidak mudah lapuk atau berjamur seperti kayu
Kekurangan PVC Board:
- Kurang kuat jika dibandingkan kdengan ayu, sehingga tidak cocok untuk furnitur yang harus menahan beban berat.
e. BlockBoard
BlockBoard merupakan material yang terdiri dari kumpulan balok kayu kecil yang direkatkan dan dilapisi dengan veneer kayu tipis.
Kelebihan BlockBoard:
- Lebih kuat dibanding MDF dan HMR, cocok untuk furnitur yang membutuhkan daya tahan tinggi.
- Lebih tahan terhadap kelembapan dibanding MDF.
Kekurangan BlockBoard:
- Material ini memiliki permukaan yang kurang rata, sehingga perlu diproses lebih lanjut agar rata sebelum memulai pemasangan HPL.
- Jika dibandingkan dengan HMR, blockboard lebih kuat dibandingkan HMR jika terkena air
Sehingga berdasarkan perbandingan di atas, pilihan material yang paling cocok untuk finishing sebuah HPL tergantung pada kebutuhan Anda:
- Jika Anda memutuhkan material dengan harga ekonomis dan material yang mudah untuk dipasang HPL maupun dijadikan furniture, maka Anda bisa memilih MDF (Medium Density Fiberboard) sebagai pilihan.
- Jika Anda membutuhkan material yang memiliki kekuatan tinggi dan daya tahan yang cukup lama, maka Anda bisa memilih Multiplex atau BlockBoard
- Jika Anda membutuhkan material yang tahanan terhadap kelembapan, maka Anda bisa memilih HMR atau PVC
- Sedangkan jika Anda memutuhkan material yang tahan lama, serta mudah dipasang, maka HMR merupakan pilihan yang tepat.
Pastikan Anda tepat dalam memilih material dasar untuk di finishing HPL, agar hasil finishing HPL lebih maksimal dan tahan lama. Jika Anda ragu menentukan material dasar yang tepat untuk dipasang HPL ataupun digunakan untuk kebutuhan furniture, maka Anda bisa melakukan konsultasi gratis dengan tim marketing BatuBeling
Dan bagi Anda yang membutuhkan jasa finishing HPL profesional, agar material Anda tahan lama dan terjaga estetikanya, Anda bisa memilih BatuBeling. Dengan tim berpengalaman, BatuBeling memastikan pemasangan HPL dilakukan dengan teknik terbaik agar hasilnya kuat, rapi, dan tahan lama.